15 Fakta Bunga Edelweis, Si Cantik yang Kerap Diganggu
15 Fakta Bunga Edelweis, Si Cantik yang Kerap Diganggu Shutterstock.com

Travel Blog Reservasi – Fakta bunga Edelweis yang tak boleh dipetik ternyata belum banyak diketahui oleh para pendaki terutama para pendaki amatir.

Jadi, jangan heran jika ada beberapa pendaki amatir yang dengan bangga menunjukkan bunga Edelweis yang baru dipetik dan ditunjukkan lewat feed Instagram.

Baca 41 Istilah Pendakian yang Wajib Diketahui Pendaki Pemula

Menanggapi hal tersebut tentu ada yang marah. Namun, jangan asal bully, karena bisa jadi mereka belum mendapatkan pemahaman yang benar tentang fakta bunga Edelweis.

Yuk, kita simak beberapa fakta tentang bunga Edelweis yang berhasil dikumpulkan oleh Reservasi.com dari berbagai sumber (30/6).

1. Bunga Edelweis dikenal dengan nama latin Javanese Edelweis. Masyarakat sekitar kaki gunung biasanya menyebutnya dengan bunga senduro atau sebut saja Edelweis Jawa.

2. Bunga ini memang hanya bisa kamu temukan di sekitar pegunungan. Di Indonesia bisa kamu lihat langsung di sekitar Gunung Merbabu, Gunung Rinjani, dataran tinggi Dieng dan juga Gunung Gede.

puncak gunung rinjani
shutterstock

3. Bunga ini disebut juga dengan bunga abadi. Asal usul disebut bunga abadi karena bunga Edelweis tidak mudah layu seperti bunga normal pada umumnya.

4. Salah satu ciri utama bunga Edelweis adalah memiliki kelopak bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning kecoklatan. Secara sekilas seperti sebuah kumpulan pop corn.

5. Menurut beberapa sumber, dulu bisa kita temukan bunga Edelweis di sekitar Gunung Bromo. Namun, karena faktor ulah manusia juga membuat bunga Edelweis menjadi punah.

6. Bunga Edelweis sudah diatur dalam UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya Hayati Ekosistem Pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional”

7. Bunga Edelweis dapat tumbuh dan menjadi tumbuhan endemik di ketinggian 2000 mdpl. Biasanya bunga ini mekar pada bulan Agustus. Tetapi, terkadang kamu juga masih bisa menikmatinya pada akhir September.

8. Bunga Edelweis memiliki hormon yang membuatnya bisa tetap indah dan mekar selama 10 tahun. Hormon abadi tersebut adalah hormon etilen.

9. Karena keindahannya dan kerap kali jadi gangguan oleh para pendaki amatir, kini beberapa petani tengah membudidayakan bunga Edelweis. Nah, untuk Bunga Edelweis yang dibudidayakan ini bisa kamu beli dengan harga yang setimpal karena keindahannya. Kamu bisa mendapatkan Bunga Edelweis budidaya ini di sekitar Dataran Tinggi Dieng.

10. Tanaman ini juga tidak hanya bisa ditemukan di sekitar pegunungan di Indonesia melainkan juga di dataran tinggi seperti di benua Eropa dan Amerika Selatan.

11. Di Indonesia sendiri Bunga Edelweis memiliki beberapa jenis diantaranya adalah Anaphalis Maxima, Anaphalis Longifolia, Anaphalis Viscida dan Anaphalis Javanica.

12. Bunga Edelweis ternyata sangat rentan dengan tumbuhan lain. Namun, setelah mati justru Bunga Edelweis akan menjadi pupuk bagi tanaman lain di sekitarnya. Filosofinya bagus banget ya, indah dan bermanfaat buat tumbuhan lain.

Fakta bunga Edelweis 1
Shutterstock.com

13. Bunga Edelweis termasuk bunga yang tidak bisa bertahan jika sudah ada tumbuhan lain yang lebih rapat ditempat yang sama. Itulah sebabnya bunga ini termasuk salah satu tumbuhan edemik yang dilindungi. Jadi, ini juga salah satu sebab mengapa Bunga Edelweis tidak boleh dipetik.

14. Pohon Bunga Edelweis bisa tumbuh hingga 3 meter. Tidak terlalu tinggi memang, sehingga bisa dengan mudah dipetik oleh siapapun juga.

15. Bunga Edelweis saat ini sudah mulai dibudidayakan karena minat warga cukup tinggi untuk menjadikan kenang-kenangan maupun souvenir. Di beberapa marketplace bahkan dijual antara Rp 20 ribu sampai dengan Rp80 ribu baik dalam bentuk biji maupun dalam bentuk banquet Bunga Edelweis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here