Selama ini mungkin kamu telah terbiasa menyaksikan para bintang girlband asal Jepang yang bertubuh sangat langsing berkaki jenjang bahkan terkadang cenderung amat kurus. Sosok mereka yang digambarkan manis, mungil dan innocent memang menggemaskan dan hampir selalu menjadi ‘syarat’ tak tertulis girlband di Jepang, seolah memang seperti itulah harusnya sebuah girlband. Namun tahu nggak sih kalau baru-baru ini, ada girlband asal Jepang dengan format berbeda yang mengusung tubuh gempal sebagai highlight utama?

Yup, girlband Big Angel memang beranggotakan perempuan dengan berat badan di atas rata-rata. Group leader girlband ini, yaitu Michiko Ohashi sendiri mengaku memiliki berat mencapai 109 kilogram saat diwawancara oleh Asian Boss perihal terbentuknya grup mereka. Hmm, sekilas sih terlihat biasa ya karena memang girlband semacam ini bukan yang pertama. Tapi kisah di baliknya cukup miris lo. Simak ulasannya dalam Hipwee News and Feature kali ini ya!

1. Bukan yang pertama, dua anggota Big Angel sebelumnya tergabung dalam girlband dengan konsep yang mirip, yaitu Pottya. FYI, Big Angel ini rupanya punya konsep unik di baliknya

‘Chubby’ Girlband Pottya tahun 2014 via jpop.wikia.com

Dalam wawancara eksklusifnya bersama Asian Boss, Michiko Ohashi mengungkapkan konsep unik di balik girlband mereka. Konon sih ceritanya, dia dan keempat anggota lainnya yaitu Eri Tada, Inori Hashimoto, Haruka Arai dan Ran Fujisaki adalah jelmaan (bukan sungguhan ya, wahai warganet!) para malaikat yang terlalu banyak makan dan lantas menggendut sehingga terjatuh ke bumi. Agar mereka dapat kembali ke kayangan, mereka harus bernyanyi, menari dan menurun berat badan ke angka proporsional. Ada-ada saja ya!

2. Meski terkesan nekat dan berani, ada kisah menggelitik yang cukup membuat miris di balik pembentukan grup idola ini

Dulu dan sekarang via www.youtube.com

Para anggota girlband yang punya julukan bertema makanan seperti karaage (ayam goreng), nasi sampai sorbet anggur ini memang menyuguhkan penampilan yang ceria dan penuh semangat positif. Tapi dalam wawancaranya bersama Asian Boss, Michiko mengungkapkan fakta miris di balik terbentuknya girlband berlabel ‘fat idols’ ini. Michiko mengaku sebenarnya dulu doi punya tubuh yang langsing ideal, namun agensi model tempatnya bernaung kerap mendorongnya untuk terus menurunkan berat badan 5 kilogram lagi dalam waktu singkat padahal saat itu bb doi hanya sekitar 57 kilogram. Sempat mengalami hampir 6 bulan hanya mengonsumsi yoghurt dan air putih, pada satu titik Michiko lelah dengan segala usaha diet ketatnya dan menyerah dengan godaan makan yang semakin menggebu-gebu setelah diet super ketat.

Stres dan tertekan, Michiko tanpa sadar terus makan hingga akhirnya bobotnya naik drastis hingga 20 kilogram dalam 2 minggu saja! Bukannya berhenti, doi malah terdorong untuk mendaftar sebagai model plus size dan kemudian turut mencetuskan girlband yang menyerukan semangat body positivity, yaitu mencintai dan bangga dengan bentuk tubuh apapun yang dimiliki.

3. Lagu-lagu mereka yang renyah diwarnai videoklip yang tak beda dengan konsep video girlband pada umumnya

Tak ubahnya dengan girlband Jepang lainnya, lagu-lagu mereka juga berlirik dan bernada ceria mengiringi videoklip dengan tarian yang cukup energik. Bahkan mereka tak malu-malu mengenakan bikini seksi dalam aksi mereka. Intinya sih, pede saja!

4. Tak disangka berhasil menuai respons positif dan bahkan punya penggemar, bukan berarti mereka nggak punya haters. Tapi toh yang penting mereka tak peduli dan hanya fokus pada fans

Fat Idol Group dari Jepang via twitter.com

Sempat skeptis, tak disangka mereka menuai respons yang cukup postif dari para penikmat musik pop di Jepang. Meski tentu tetap ada segelintir orang yang menganggap girlband bertubuh besar dan gempal seperti mereka ‘mengganggu’, mereka toh tak ambil pusing dan tetap fokus menghibur penonton yang menikmati penampilan mereka. Salut!

5. Rencananya mereka akan terus menghibur para penonton, menyebarkan semangat positif dan bercita-cita melebarkan sayap hingga dapat tur ke luar negeri

Menikmati hidup dan terus semangat, itu pesan mereka~ via twitter.com

Meski banyak yang bilang mereka kegendutan dan obesitas, mereka tak menampik fakta tersebut dan lantas minder dengan kondisi mereka. Michiko mengungkapkan, bahwa ide yang ingin mereka usung adalah menikmati tubuh yang mereka miliki dan tak usah melakukan diet ketat sampai menyiksa mereka. Dia bahkan mengakui, akibat diet gila-gilaan yang dilakukannya dia mengalami eating disorder yang membuatnya sulit mengontrol asupan makanan yang masuk.

Tapi dengan tegas pula dia mengatakan kalau grupnya tidak mengimbau orang banyak untuk makan gila-gilaan dan ikut obesitas. Justru, mereka ingin menghibur, menyemangati dan memberikan inspirasi bagi siapa saja yang merasa obesitas dan ingin berdiet agar nggak sampai rendah diri karena standar kecantikan yang terlalu tinggi dan melakukan diet sampai menyiksa diri. Terlebih di Jepang, dimana mengucapkan ‘gendut’ saja dianggap sangat tabu dan nggak pantas sehingga membuat mereka yang berbobot di atas rata-rata cenderung mudah terdiskriminasi.

“Aku nggak menghimbau orang untuk menjadi obesitas. Pada suatu waktu, aku juga berusaha mengontrol asupan makananku, namun di banyak waktu aku tak bisa mengontrolnya sehingga makan banyak. Tapi aku ingin orang menikmati hidup dan berdiet saat mereka benar-benar mau.” Ungkap Michiko dalam video wawancaranya bersama Asian Boss.

Sekilas terkesan nekat, berani dan membawa angin segar pada industri hiburan di Jepang yang didominasi para perempuan dengan standar ‘good looking‘ yang sangat mainstream, tapi ada satu pertanyaan menggelitik yang pasti bakal mampir ke benak kamu setelah membaca artikel ini. Kira-kira, setelah mereka menari dan menyanyi hingga berhasil kembali ke berat badan proporsional mereka, grup ini bakal tetap ada atau nggak ya? Atau justru mungkin malah bakal ada regenerasi untuk para plus size idol lainnya? Hmm, kita tunggu saja ya kelanjutannya. Hehe.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here