Merayakan Idul Fitri
Merayakan Idul Fitri - Photo by mentatdgt from Pexels

Baju Baru Alhamdulilah
Tuk dipakai di hari raya
Tak punyapun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama …

Sebagian besar masyarakat Indonesia tentu tidak asing dengan lirik lagu anak-anak diatas. Bercerita tentang Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari besar keagamaan bagi mayoritas penduduk Indonesia, yang memiliki ritual beli baju yang baru. Namun kini, keadaan jadi berbeda, Indonesia dengan kebijakan physical distancing dan himbauan untuk tidak mudik, tentu mengubah kebiasaan yang selama ini sudah mengakar pada masyarakat Indonesia. Lalu bagaimana dengan pemberian THR bagi para pekerja  ditengah Covid-19?

Baca Juga : Film “The Flu”, Film Yang Menceritakan Menyebarnya Wabah Flu Seperti Virus Corona. Ini Sinopsisnya!

Larangan Mudik Membuat Lebaran kali ini Berbeda dengan Tahun Sebelumnya – Photo by zydeaosika from Pexels

Pengusaha atau pemberi kerja berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 wajib memberikan tunjangan hari raya keagamaan yang lebih familiar kita sebut THR. Dalam hal ini THR merupakan tunjangan non upah yang diberikan kepada pekerja atau buruh, atau keluarganya, menjelang hari raya atau ditetapkan pada H-7 hari besar keagamaan.

Pekerja Musiman atau kontrak juga berhak mendapat THR dengan ketentuan masa kerja selama 12 (dua belas) bulan terus-menerus mendapatkan 1(satu) bulan upah sementara untuk pekerja dengan masa kerja 1 (satu) bulan secara secara terus menerus tetapi masih kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proposional sesuai dengan masa kerja dengan cara menghitung sebagaimana berikut:

(Masa Kerja /12)  x 1 (satu) bulan upah  =  besaran nilai THR

Keadaan Indonesia yang sedang dilanda pandemi Covid-19 memang hanya menyerang bidang kesehatan, namun semua kegiatan usaha mikro kecil, menengah maupun besar merasakan dampak negatif dan melumpuhkan hampir semua sendi-sendi perekonomian di kota-kota besar hingga ke desa-desa terpencil sekalipun.

Baca Juga: Ini Kenapa Hanya #DirumahAja Kita Bisa Menyelamatkan Dunia Dari Covid-19 / Corona.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah (Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan)

Hal ini yang mendorong Pemerintah mengeluarkan kebijakan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor M/6/HI.00.01/v/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2020.

Bagi Perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR dapat menunda atau dapat melakukan pembayaran THR secara bertahap. Mengenai waktu dan cara pembayaran THR dilakukan atas berdasarkan kesepakatan antara pengusaha atau pemberi kerja dengan pekerja atau buruh. Namun hal ini tidak menghapuskan denda sebesar 5% (lima persen) bagi pengusaha atau pemberi kerja. (EDK)