harimau putih

JadiBegitu – Mitos tentang harimau putih yang terancam punah terus diberitakan untuk menipu mata publik. Mereka yang tidak bertanggung jawab atas kehidupan hewani seolah – olah ingin melestarikan harimau tersebut untuk generasi yang akan datang.

Kontroversi harimau putih sebagian kecil berlandaskan etika dan sebagian besarnya berlandaskan masalah ekonomi. Dr. Ron mengatakan bahwa bohong kalau para pemilik ingin menyelamatkan harimau putih. Mereka mengembang biakan harimau putih untuk mendapat keuntungan pribadi sendiri.

Apalagi jaman sekarang Pasar hewan eksotis adalah pasar bernilai jutaan dollar dan peringkatnya tepat di bawah perdangan obat terlarang dan tepat di atas pasar senjata ilegal.

Saat ini, semua harimau putih yang ada dalam penangkaran berasala dari satu harimau putih yang sampai saat dikembang biakkan dengan perkimpoian sedarah. Untuk mempertahankan gen resesif, kebun binatang dan peternak harus terus menerus mengawinkan harimau putih dengan saudara sedarahnya.

Mulai dari ayah dengan anak perempuannya, ayah dengan cucu perempuanya dan seterusnya. Perkimpoian sedarah tersebut menyebabkan berbagai masalah genetik lainnya seperti mulut sumbing, skoliosis, gangguan mental dan mata juling. Banyak anak hasil perkimpoian tersebut “dibuang” karena mereka cacat saat lahir.

Baca Juga :

From Okezone Lifestyle

Hanya satu dari empat anak harimau hasil persilangan harimau putih dan harimau oranye membawa gen harimau putih dan terlahir putih. Diantara itu, 80%  dari mereka mati karena cacat lahir terkait perkimpoian sedarah.

Menurut beberapa pelatih harimau, hanya satu dari 30 harimau putih yang bisa tampil secara konsisten. Dari hasi tersebut bisa dibayangkan jumlah harimau yang harus diproduksi dan harus dibuang hanya untuk memenuhi keinginan publik untuk melihat harimau putih.