Aktris Jameela Jamil sadarkan netizen bahwa “berat badan” kita nggak hanya dihitung dengan kilogram!

Buat yang suka nonton sitkom Michael Schur, khususnya The Good Place, pastinya sudah kenal sama  Tahani Al-Jamil. Sebenarnya di serial ini kepribadiannya nggak terlalu likeable; well she tries to please EVERYONE, tapi seringnya malah membuat penonton gregetan. Nah, dibalik karakternya yang ‘menyebalkan’ ini, ada aktris sekaligus aktivis berdarah Pakistan-Inggris, Jameela Jamil, yang sangat menginspirasi dan menurut saya perlu sering-sering di-expose.

Nama Jameela Jamil semakin dikenal akibat sering mengecam secara blak-blakan selebriti dan influencer yang mempromosikan teh detoks penurun berat badan. Menurut Jameela, endorsement sejenis ini berbahaya buat netizen, khususnya perempuan dan remaja, karena bisa semakin membuat kita insecure dan meng-encourage eating disorder. Selebriti yang di-endorse kan pasti punya personal trainer,  dietician, bahkan plastic surgeon dibalik bentuk tubuh mereka yang “ideal” tersebut. It obviously didn’t just happen because of a laxative diet tea alone.

 

Jameela Jamil Petition

twitter.com/JameelaJamil

Usaha Jameela Jamil dalam women empowerment dan body positivity berlanjut dengan I Weigh Movement, yang sebenarnya bukan lah gerakan yang sengaja ingin diciptakan. Ini berawal dari sebuah foto The Kardashian-Jenner clan yang ia temukan di Explore page Instagramnya. Di foto itu, Kourtney, Khloe, Kendall, Kylie, Kris, dan Kim berpose bersama dan ada angka-angka yang awalnya Jameela kira merupakan nett worth kekayaan mereka sebagai selebriti sekaligus businesswomen.  Namun saat membaca caption foto itu, Jameela baru sadar bahwa angka-angka yang tertera adalah perbandingan berat badan mereka. Caption itu juga ‘mengajak’ para netizen untuk menuliskan berat badan mereka di comment section dan membandingkannya dengan Kardashian-Jenner sisters.

 

Slide1

instagram.com/jameelajamilofficial

Melihat ini, Jameela jadi geram. Di tahun 2018, perempuan sesukses the Kardashian-Jenner seolah hanya diperhitungkan karena berat badan mereka, bukan karena pencapaian yang telah mereka raih. Akhirnya, ia balas via Instagram Story-nya dengan mirror selfie yang dilengkapi caption “I weigh: Lovely relationship, great friends, I laugh everyday, I love my job, I make an honest living, I’m financially independent, I speak out for women’s rights, I like my bingo wings, I like myself in spite of EVERYTHING I’ve been taught by the media to hate myself about.”Jameela Jamil ingin menyadarkan followers-nya bahwa self-worth bukan hanya dilihat dari penampilan fisik saja, apa lagi sesepele berat badan. We need to give credit to our achievements dan selalu mengingat hal-hal positif (maupun ‘kekurangan’) yang ada dalam diri kita.

Sebenarnya Jameela nggak berniat untuk menjadikan “I Weigh” sebuah jargon. Tapi setelah Instagram story-nya di bulan Februari 2018 itu, netizen langsung ikut berpartisipasi dan membanjiri mention di Twitter dan Instagram Jameela. Inilah yang akhirnya membuat Jameela Jamil memutuskan untuk membuat akun resmi “I Weigh” di Instagram. “I want this to be an online museum of self-love”, ujarnya.

Setahun setelah akun @i_weigh dibuat di Instagram, followersnya telah mencapai 365000 dan sudah ada ribuan orang yang sudah ikut berpartisipasi. Mungkin buat sebagian orang hal ini nggak punya impact besar, tapi menurut saya gerakan ini penting banget untuk didukung dan diramaikan karena sering kali kita nggak sadar akan kelebihan yang sudah kita miliki dan malah fokus membanding-bandingkan penampilan fisik kita dengan orang lain. Akhirnya kita jadi lupa untuk menghargai dan mencintai diri sendiri, kan?

Di hari Valentine ini, will you practice more self-love and join I Weigh?



loading...


Source link

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here