Mengulik Kembali Larangan Main Hujan. Apakah Memang Benar Kehujanan itu Bikin Orang Sakit?

‘Cepat masuk!!! Nanti kehujanan, terus sakit….’

Sejak kecil, kita tampaknya sudah didoktrin kalau ‘kehujanan’ itu pasti bikin orang jatuh sakit. Jadi begitu hujan, kebanyakan anak-anak bakal otomatis disuruh masuk ke dalam rumah oleh orangtuanya yang khawatir mereka akan kena flu. Alhasil, banyak yang suka iri kalau lihat anak-anak lain dibolehin sama orangtuanya main-main hujan. Tapi coba deh kita kulik lagi, apakah air hujan beneran bisa bikin orang sakit?

Kalau dipikir-pikir ‘kan sebenarnya hujan itu mirip-mirip konsepnya kayak air shower sewaktu mandi. Apakah ada kandungan khusus dalam air hujan yang memang berbahaya? Atau sebenarnya air hujannya sendiri tidak berbahaya, tapi justru apa yang dilakukan setelah kehujanan yang membuat kita sakit? Apalagi lagi musim hujan begini, penting nih untuk tahu faktanya. Yuk kulik bareng Hipwee News & Feature!

Bukan cuma di Indonesia aja, keyakinan bahwa kehujanan bakal membawa penyakit itu percayai banyak orang di berbagai negara. Kebanyakan anak-anak tumbuh dengan larangan keras untuk tidak bermain ketika hujan

Kita diajari untuk tidak dekat-dekat dengan air hujan via www.boldsky.com

Jangan sampai kehujanan, nanti sakit. Prinsip itu sepertinya sudah kita terima layaknya fakta yang tidak lagi perlu dipertanyakan. Bukan cuma di Indonesia, hampir semua orang di dunia sepertinya tumbuh dengan keyakinan seperti itu. Pokoknya kalau orangtuamu mengizinkan kamu untuk bermain-main di tengah hujan, itu termasuk anti-mainstream yang hakiki banget. Padahal main-main hujan itu kelihatannya asyik banget…

Cuma kalau sekarang dipikir-pikir lagi, kenapa juga orang bisa sakit karena kehujanan? Apalagi kalau setelah hujan langsung ganti baju dan mengeringkan diri, kayaknya tidak akan berbahaya juga nggak sih?

Terus kenapa banyak orang mengaku langsung tidak enak badan atau bahkan benar-benar terjangkit flu begitu kehujanan? Penjelasannya bukan karena air hujan, tapi lebih gara-gara imunitas lemah atau faktor kedinginan

Kalau kondisi badanmu oke, tubuhmu kemungkinan besar bakal oke-oke saja meski kehujanan via www.boldsky.com

Prinsip tidak boleh hujan-hujanan ini mungkin memang harus sedikit diluruskan. Dikutip dari laporan Vice, Mahesa Paranadipa dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa air hujan sendiri bukanlah penyebab kenapa orang bisa jatuh sakit setelah kehujanan. Biasanya, orang yang sakit sehabis kena hujan itu karena sistem kekebalan tubuh atau imunitasnya memang sedang tidak baik. Atau mungkin juga mereka sudah terjangkit virus seperti virus flu, tetapi belum sadar. Jika daya tahan tubuhmu sedang baik, air hujan sendiri kemungkinan besar tidak akan berdampak apa-apa.

Masih menurut sumber yang sama, temperatur atau rasa dingin-lah yang sebenarnya melemahkan imunitas tubuh — bukan hujan. Bukan cuma hujan, toh mandi kelamaan pun akan memiliki efek yang sama. Asal tidak terlalu lama hujan-hujanan, tidak sampai merasa kedinginan, dan langsung mengeringkan diri, kita boleh-boleh saja main air hujan.

Nah yang paling mungkin menyebarkan penyakit adalah kalau cipratan air hujan membawa partikel bakteri dari tanah. Kalau tempatnya bersih, air hujannya juga akan lebih ‘murni’

Boleh aja main hujan, tapi mungkin pilih tempat yang bersih ya via bluestemamphitheater.org

Karena berasal dari penguapan air yang mengendap di awan lalu turun lagi dari langit, ‘kemurnian’ atau kandungan air hujan sangat tergantung dengan wilayah terjadinya hujan tersebut. Hujan di perkotaan yang penuh polusi mungkin akan bercampur dengan partikel debu, sedangkan hujan di wilayah pegunungan akan jauh lebih bersih. Begitu sampai di tanah, cipratan air hujan juga mungkin bercampur dengan partikel tanah yang ada bakterinya.

Air hujan memang tidak murni, tapi tidak harus ditakuti setengah mati gitu juga sih. Beberapa penganut aliran ‘boleh bermain hujan-hujanan’, memiliki strategi untuk menghindari hujan pertama di musim penghujan. Hujan pertama biasanya mengandung lebih banyak polutan, sementara hujan-hujan berikutnya langit sudah jauh lebih bersih. Strategi lain adalah untuk langsung mandi dengan sabun anti-bakteri setelah kehujanan. Ya biar kumannya mati semua…

Main-main hujan bisa jadi kebahagiaan sederhana yang selama ini kamu lewatkan. Asal sudah tahu poin-poin di atas, sebenarnya sih tidak perlu takut~

Biarkanlah anak-anak sesekali bermain air hujan kayak Hanung Bramantyo via www.grid.id

Selama ini, kebanyakan orang yang mengklaim dirinya pecinta hujan mungkin sebatas suka memandangi rintik-rintik air hujan yang membuat mereka merasa melankolis. Padahal hujan juga bisa jadi memori yang sangat membahagiakan. Lihat saja bagaimana sutradara ternama Hanung Bramantyo mengizinkan anak-anaknya bermain-main hujan. Kita yang sudah ‘berumur’ juga kayaknya butuh lo sesekali bermain-main hujan. Asal tidak terlalu lama sampai kedinginan dan langsung membersihkan serta mengeringkan diri, main hujan-hujanan kayaknya asyik deh…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

You May Also Like

About the Author: Faizal Rachman

Menikmati pahitnya kopi ditemani dengan Notebook yang sedang menampilkan sebaris Program. Inspirasi dan Kesunyian kini menjadi teman. Anak muda di Era Digital Harus kuat Mental

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *