Ilustrasi Bermaafan - (sumber: istockphoto)
Ilustrasi Bermaafan - (sumber: istockphoto)

jadibegitu – Minta Maaf tapi tidak bisa bertemu langsung adalah tantangan unik di Lebaran kali ini. Hari Raya Idul Fitri di masa pandemi covid-19 membuat kita tidak bisa bersilaturahmi, dan tentunya juga tidak bisa saling berkunjung untuk bermaafan seperti umumnya kita lakukan di Lebaran sebelum masa pandemi. Namun tentu saja “saling memaafkan” tetap bisa dilakukan, meskipun kita lakukan dari jarak jauh. Ada berbagai cara untuk kita tetap bisa menyampaikan permintaan maaf.

Dalam hubungan satu dengan yang lain, manusia seringkali melakukan kesalahan. Namun, meski telah menyadari bahwa manusia tidak lepas dari berbuat salah, banyak orang enggan mengucapkan kata maaf. Padahal, meminta maaf memberikan lebih banyak kebaikan, tak hanya untuk keadaan emosional tetapi juga manfaat untuk kesehatan tubuh sendiri.

Baca Juga: 15 Hal Unik dan Positif yang Sebaiknya Kita Adopsi dari Jepang. Jangan Cuma Sekedar Mampir Liburan!

Ilustrasi Idul Fitri/copyright shutterstock.com

Penelitian Efek Meminta Maaf

Daniel Watter, Ph.D., seorang psikolog klinis di Morris Psychological Group pernah meneliti bahwa ternyata permintaan maaf dapat memberikan efek yang negatif atau positif, bergantung pada bagaimana cara seseorang saat melakukannya. Jika tidak dilakukan dengan tulus, tandanya seseorang masih memiliki berbagai emosi negatif di dalam hati. Boleh jadi perasaan ini tidak menghilang. Suasana batin menjadi depresi atau gangguan kecemasan. Sedangkan ketika meminta maaf dengan tulus dan benar-benar menyadari kesalahannya, seseorang akan merasa lebih lega dan tak lagi menahan emosi negatif.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014, sebanyak 337 peserta yang meminta maaf terlebih dahulu saat ada konflik dengan pasangannya berhasil menurunkan tingkat kemarahan yang mereka rasakan. Efek yang dirasakan adalah perlambatan detak jantung, menurunnya tekanan darah dan tingkat keringat, serta menurunnya tekanan yang dirasakan pada wajah.

Baca Juga: Cinta Tidak Harus Diungkapkan Dengan Memberi Bunga, Apa Bahasa Cinta Lainnya?

Tradisi Sungkem. Sumber Gambar: Brilio.net

Terkadang, ketika orang yang bersalah meminta maaf, korban yang disakiti akan jauh lebih mudah untuk melihat mereka dengan pandangan yang lebih manusiawi. Jika pelaku kesalahan benar-benar minta maaf dengan tulus, walau peristiwanya telah lama berlalu, korban akan lebih mudah untuk memaafkan.

Satu hal penting yang perlu kita perhatikan adalah, walaupun kata maaf sudah terucap, kita tidak akan mendapatkan manfaat apapun jika melakukannya atas keterpaksaan. Ingatlah, meski bisa saja saat meminta maaf kita mengalami penolakan, setidaknya kita telah meringankan rasa bersalah yang dapat menghantui pikiran.

Redaksi Jadibegitu Media mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah kami lakukan. Minal Adin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. (JB)