Fimela.com, Jakarta Jika ingin tahu apa itu gerakan Panel Laki, maka mudahnya tinggal menengok Twitter @PanelLaki atau Instagram @lawanseksisme. Di dalam bio-nya akun Twitter @PanelLaki menuliskan,”Akun untuk dokumentasi #allmalepanel #panellakisemua #manel di Indonesia. Lawan Seksisme!”

Kedua akun media sosial tersebut digagas oleh perempuan yang telah lama dikenal sebagai seorang gender specialist, yakni Tunggal Pawestri. Bersama beberapa temannya ia membuat akun Twitter Panel Laki pada 2017 lalu. Apa isinya? Dalam akun @PanelLaki kamu akan melihat berbagai unggahan yang kebanyakan e-poster acara diskusi yang menghadirkan semua pengisi acara yang kebanyakan laki-laki.

Sesuai dengan namanya, Panel Laki, lewat akun media sosial tersebut Tunggal ingin memperlihatkan bagaimana ketidakadilan yang selalu diterima oleh para perempuan. “Poster-poster tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini perempuan masih sedikit mendapatkan tempat di ruang publik. Lihat aja posternya, pembicara yang dihadirkan semuanya laki-laki,” ujar Tunggal kepada Fimela.com saat ditemui dalam acara media gathering ‘Shopee-Dari Kami #UntukPerempuan’ di Kantorkuu Coworking Space, Agro Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, baik di Twitter atau pun Instagramnya, Panel Laki masih terus mengunggah screenshot seminar, brosur, e-poster berbagai diskusi. “Sudah beberapa tahun ini berjalan, memang sudah terlihat ada perubahan, bahkan ada beberapa penyelenggara yang langsung hubungin aku dan ngasih tahu kalau mereka sudah mengundang pembicara perempuan,” ujar Tunggal sambil menahan tawa.

Menurutnya berbagai poster yang diunggah memang menjadi salah satu alat untuk menegur para penyelenggara acara. “Awalnya kebanyakan mereka mengaku tidak memiliki database pembicara perempuan, itulah mengapa narasumbernya laki semua,” jelas Tunggal. Tunggal pun mengaku berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang membantu memberikan berbagai informasi dan foto soal acara-acara yang berisi panel laki semua.

Lewat Panel Laki ia berharap bahwa perempuan nantinya bisa mendapatkan tempat yang sama di ruang publik, perempuan bisa diajak berdiskusi dan bisa memberikan pendapatnya tentang berbagai hal, mulai dari transportasi, hukum, digital dan berbagai bidang lainnya. “Panel Laki akan terus berjalan dan tidak akan berhenti,” pungkas Tunggal Pawestri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here